krew Puskesmas kampung Bali

krew Puskesmas kampung Bali

Kamis, 13 Januari 2011

Bengkulu


Puskesmas Kampung Bali    
Kota Bengkulu 
Bengkulu, 01 Januari 2011
 Ns.Dodi Irawan,S.kep
Nip. 19790527 200903 1 003

A.  Latar Belakang
Pembangunan Kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional. Adapun tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap individu, keluarga dan masyarakat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas adalah penanggungjawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang tingkat pertama. Puskesmas merupakan salah satu unit pelaksana pembangunan kesehatan di wilayah kerja yang berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama telah merlakukan upaya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang dituangkan dalam program-program pokok puskesmas secara menyeluruh dan terpadu

B.   Visi Dan Misi
Pembangunan kesehatan Puskesmas kampung Bali diselenggarakan dalam upaya mencapai visi “ Masyarakat Sehat Yang Mandiri Berkeadilan”. Dengan visi ini diharapkan akan tercapai masyarakat Puskesmas Kampung Bali yang mandiri untuk hidup sehat, yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Puskesmas Kampung Bali menyadari, mau dan mampu untuk mengenali, mencegah dan mengatasi permasalahan kesewhatan yang dihadapi, sehingga dapat bebas dari gangguan kesehatan akibat bencana, lingkungan dan prilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat .
Dalam rangka mewujudkan Visi tersebut maka Puskesmas Kampunbg bali mempunyai misi sebagai berikut :    
1.   Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat termasuk swasta dan masyarakat madani
2.   Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan
3.   Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan
4.   Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik


Kebijakan Puskesmas
Kebijakan yang ditetapkan di Puskesmas Kampung Bali didalam melaksanakan kegiatan program puskesmas :
1.      Berpihak pada rakyat
2.      Bertindak cepat dan tepat
3.      Kerjasama tim
4.      Integritas yang tinggi
5.      Transparan dan akuntabel

C.   Program pokok
1.      Upaya promotif kegiatannya meliputi program promosi dan pemberdayaan masyarakat
2.      Upaya preventif kegiatannya meliputi program lingkungan sehat
3.      Upaya kuratif kegiatannya meliputi
a.      Program peningkatan upaya kesehatan
b.      Program perbaikan gizi keluarga
c.       Program obat, makanan dan zat adiktif
4.      Upaya rehabilitatif kegiatannya meliputi program perawatan kesehatan masyarakat

D.  Penyelenggaraan Pembangunan kesehatan
Sesuai dengan tuntutan puskesmas di era desentaralisasi, maka puskesmas Kampung Bali pada tahun 2010 telah melaksanakan 6 program utama (Basic Six), yaitu :
1.      .Promosi kesehatan (PROMKES)
2.      Kesehatan ibu dan anak (KIA) termasuk keluarga berencana (KB)
3.      Kesehatan lingkunga (KESLING)
4.      Peningkatan Gizi
5.      Pemberantasan penyakit menular (P2M)
6.      Pengobatan

Selain itu Puskesmas Kampung Bali juga melaksanakan beberapa program pengembangan, yaitu :
1.      Perawatan kesehatan masyarakat (PERKESMAS)
2.      Kesehatan gigi dan mulut
3.      Kesehatan usia lanjut
4.      Usaha kesehatan sekolah (UKS)
5.       
GAMBARAN UMUM
Puskesmas Kampung Bali


A.  Geografi Dan Pemerintahan
Puskesmas Kampung Bali beralamat di jalan bali kota bengkulu, dengan luas wilayah kerja 1391 km2, terletak di Kecamatan Teluk Segara dan terdiri dari empat kelurahan,yaitu :
1.   Kelurahan Kampung Bali  1,84 km2
2.   Kelurahan Bajak 3,46 km2
3.   Kelurahan tengah padang 7,5 km2
4.   Kelurahan pintu batu 0,111 km2

Adapun batas wilayah kerja Puskesmas Kampung Bali adalah:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan kelurahan Pasar Bengkulu dan Kampung Kelawi
2.   Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Kebun Geran
3.   Sebelah barat berbatasan dengan Samudera Indonesia
4.   Sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Sukamerindu

B.   Kependudukan Dan Sosial Ekonomi

1.   Kependudukan

Jumlah penduduk berdasarkan data tahun 2010 sebanyak 9378 jiwa. Dengan rincian per kelurahan :
-          Kelurahan Kampung Bali  2046 jiwa
-          Kelurahan tengah padang  3964 jiwa
-          Kelurahan Bajak  2235 jiwa
-          Kelurahan Pintu Batu  1133 jiwa
 Puskesmas Kampung Bali merupakan puskesmas induk yang memiliki tiga puskesmas pembantu yaitu :
1.Puskesmas Pembantu Bajak
2.Puskesmas Pembantu Tengah Padang
3.Puskesmas Pembantu Pintu Batu
Sehingga didapatkan kepadatan penduduk perkilometer persegi adalah 6 jiwa. Dengan jumlah Kepala Keluarga sebesar 2143 KK.

2.   Sosial Ekonomi
Gambaran social ekonomi masyarakat wilayah kerja Puskesmas Kampung Bali dapat dilihat dari beberapa indikator :
a.   Sarana Pendidikan Formal
Sarana pendidikan yang berada di wilayah kerja Puskesmas  Kampung Bali sudah dapat dikatakan memadai hal ini penulis sampaikan berdasarkan data yang ada mulai dari pendidikan PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi . Adapaun jumlah sarana pendidikan tersebut dapat dilihat pada table berikut ini :

TABEL I
JUMLAH SARANA PENDIDIKAN FORMAL YANG ADA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG BALI

NO
Sarana Pendidikan
Jumlah
1
PAUD
1
2
TK
2
3
SD
3
4
SLTP
5
5
SLTA
4
6
AK/PT
2

b.   Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan masyarakat dapat menggambarkan kehidupan social ekonomi masyarakat itu sendiri, berdasarkan data tingkat pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Kampung Bali sbb











TABEL II
TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT YANG ADA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG BALI

NO
Tingkat Pendidikan Masyarakat
Jumlah
1
Buta Huruf
494
2
Tidak tamat SD
322
3
Tamat SD
1141
4
Tamat SLTP
1142
5
Tamat SLTA
2492
6
Tamat D1
168
7
Tamat D2
774
8
Tamat D3
241
9
Tamat S1
682
10
Tamat S2
52
























SITUASI DERAJAT KESEHATAN

A.  Mortalitas
1.      Angka Kematian Bayi
Indikator yang cukup sensitif untuk melihat keberhasilan pembangunan kesehatan adalah angka kematian bayi (AKB).  Tahun 2010  terjadi kematian neonatus sebanyak 3 orang, adapun penyebab kematiannya 2 orang karena IUFD (Intra Uterina Fetal Distres) dan 1 orang akibat BBLR. Dua kasus dari kelurahan Tengah Padang dan 1 kasus dari kelurahan Pintu Batu. Sedangkan jumlah bayi yang meninggal sampai bulan oktober 2010 sebanyak 1 orang berumur 8 bulan, yang berasal dari kelurahan Tengah Padang.

2.      Angka Kematian Anak
Angka kematian anak menggambarkan kondisi serta faktor yang mempengaruhi kesehatan anak seperti keadaan gizi, penyakit menular, pendidikan ibu, pelayanan KIA/posyandu dan faktor lingkungan.  Jumlah kematian anak tahun 2010 sebanyak 2 orang berumur 4 tahun dengan penyebabnya komplikasi gizi buruk dengan TB Paru serta HIV AIDS, dari kelurahan Tengah Padang. Sedangkan kasus yang lain karena DBD umur 5 tahun dari kelurahan Bajak.

3.      Angka Kematian Ibu Melahirkan (MMR) 
Angka kematian ibu melahirkan menggambarkan status gizi dan kesehatan ibu, kondisi lingkungan, social ekonomi, tingkat upaya pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, sewaktu melahirkan dan masa nifas.
Angka kematian ibu melahirkan (AKI) Kota Bengkulu tahun 2009 adalah 80,14 per 100.000 kelahiran hidup atau 6 orang Sedangkan angka kematian nasional 262 per 100.000 kelahiran hidup. Di Puskesmas Kampung Bali tahun 2009 dan tahun 2010 tidak ada kematian ibu melahirkan.

4.      Umur Harapan Hidup
Umur harapan hidup dipakai sebagai salah satu indicator kesejahteraan rakyat. Umur harapan hidup penduduk kota Bengkulu menurut BPS tahun 2009 adalah 70,19, sedangkan propinsi Bengkulu yaitu 68,9 tahun dan umur harapan hidup nasional yaitu 67,8 tahun. 


B.   Morbiditas
Angka kesakitan di Kota Bengkulu saat ini terutama disebabkan oleh berbagai penyakit.  Angka kesakitan lebih dominan disebabkan oleh penyakit infeksi atau penyakit menular, tetapi setiap tahun cenderung penyakit tidak menular (PTM) menunjukkan peningkatan, hal ini dapat disebabkan karena perubahan gaya hidup dan perubahan pola makan masyarakat.
Berdasarkan data WHO tahun 2005, penyakit cardiovascular (jantung) merupakan penyebab utama kematian di dunia disusul oleh cancer.

TABEL III
PENYAKIT TIDAK MENULAR TERBANYAK DI PUSKESMAS KAMPUNG BALI
PERIODE JANUARI SD OKTOBER 2010
NO
Penyakit Tidak Menular
Jenis Kelamin
Jumlah Total


Laki-laki
Perempuan

1
Hipertensi
93
111
204
2
Kecelakaan lalu lintas darat
36
25
61
3
Diabetes Melitus
5
13
18
4
Stroke
2

2
5
Kanker leher rahim

1
1
Jumlah
136
150
286


TABELV
LAPORAN SEPULUH PENYAKIT TERBANYAK
DI UPTD PUSKESMAS KAMPUNG BALI
THN 2010

NO
NAMA PENYAKIT
JUMLAH
1
ISPA
1247
2
Penyakit kulit
518
3
Febris
313
4
Rematik
279
5
Gastritis
198
6
Diare
125
7
Hypertensi
92
8
Malaria
57
9
Cacar
57
10
Kecelakaan
43

TOTAL
2929


Angka kesakitan (Morbiditas) sebagian besar disebabkan oleh penyakit-penyakit sebagai berikut:
1.      Penyakit Acute Flaccid Paralysis (AFP)/POLIO
Penyakit polio adalah penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh satu dari tiga virus yang berhubungan yaitu virus polio tipe 1,2,3. Secara klinis penyakit polio adalah penyakit lumpuh layu akut yang menyerang anak dibawah umur 15 tahun.
Pada tahun 2009 dan 2010 tidak ada kejadian AFP di Puskesmas Kampung Bali.

2.      TB Paru
TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Kuman ini tidak hanya menyerang paru-paru tapi juga organ tubuh lainnya seperti tulang, sendi, usus, kelenjer limfa selaput otak dan lainnya. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui udara pada saat penderita TB yang belum berobat batuk atau bersin tanpa menutup mulutnya. TB paru merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan dalam jangka panjang yaitu minimal 6 bulan masa pengobatan. Evaluasi kesembuhan TB paru BTA positif menggunakan data tahun sebelumnya dan tahun berjalan bagi penderita yang telah selesai menjalani pengobatan.

TABEL V
CAKUPAN KEGIATAN TB PARU
PERIODE JANUARI SD OKTOBER 2010


Kegiatan

Target
Pencapaian
Persentase
Jumlah suspect yang diperiksa

144
146
101
Jumlah BTA +

14
16
114

Hasil kegiatan program Tb paru sudah baik, terlihat dari pencapaian program pada bulan pertama triwulan III sudah melebihi target yang ditetapkan.
TABEL VI
JUMLAH PENDERITA TB PARU MENURUT KELURAHAN
PERIODE JANUARI sd OKTTOBER 2010
NO
Kelurahan
BTA  +
BTA- RO +
TB anak
TB ektra Paru
Kambuh
1
Kampung Bali





2
Bajak





3
Tengah Padang





4
Pintu Batu





5
Luar wilayah





Jumlah





Angka kesembuhan Tb paru tahun 2010

Penderita TB Paru BTA +  tahun 2009 berjumlah 13 orang, dari 14 target yang ditetapkan dengan pencapaian


3.      Pneumonia
Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru. Anak yang menderita pneumonia , kemampuan paru-paru untuk mengembang berkurang sehingga tubuh bereaksi dengan bernafas cepat agar tidak terjadi hipoksia. Anak dengan batuk atau sukar bernafas mungkin menderita pneumonia atau infeksi saluran pernafasan yang berat lainnya, akan tetapi sebagian besar anak batuk yang datang ke fasilitas kesehatan hanya menderita infeksi saluran pernfasan yang ringan.
TABEL VII
JUMLAH PENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS
 MENURUT KELURAHAN
PERIODE JANUARI S/D OKTOBER 2010

NO
Kelurahan
Jumlah
Jumlah Total


Anak
Dewasa

1
Kampung Bali
117
547
664
2
Bajak
99
313
412
3
Tengah Padang
149
580
729
4
Pintu batu
92
232
324
5
Luar Wilayah
25
57
82
Jumlah
482
1729
2211


4.      Demam Berdarah (DBD)
Penyakit Demam Berdarah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Jumlah kasusnya cenderung meningkat dan penyebarannya bertambah luas. Keadaan ini erat kaitannya dengan peningkatan mobilitas penduduk sejalan dengan semakin lancarnya hubungan transportasi.
Kasus demam berdarah di Puskesmas kampung bali tahun 2009 10 orang, jumlah yang meninggal…orang. Sedangkan tahun 2010 terdapat 22 orang, dengan jumlah kematian 3 orang. Angka kesakitan demam berdarah Kota Bengkulu tahun 2009 adalah 0,08 per 1000 penduduk.

5.      Diare
Diare adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui air dan makanan. Kejadian penyakit diare tidak terlepas dari personal higene serta keadaan lingkungan tempat tinggal penderita Jumlah penderita diare tahun 2009 296 orang. Sedangkan tahun 2010…orang, balita…orang


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar